Universitas Madani Nusantara Perkuat Implementasi Kurikulum OBE melalui Pelatihan Bersama Dr. R. Sri Widaningsih
Universitas Madani Nusantara menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. R. Sri Widaningsih, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pemateri. Pelatihan diikuti oleh unsur pimpinan universitas, pengelola program studi, dan para dosen yang memiliki peran penting dalam pengembangan serta implementasi kurikulum di lingkungan Universitas Madani Nusantara.
Rektor: OBE Menjadi Bagian Penting dari Penguatan Mutu Pendidikan
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, pengembangan kurikulum merupakan bagian yang sangat penting dalam memastikan proses pendidikan tinggi mampu menjawab kebutuhan dan tantangan yang terus berkembang.
“Kurikulum merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Karena itu, kita harus memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan di Universitas Madani Nusantara tidak hanya memenuhi ketentuan akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Prof. Dr. H. Endin Nasrudin.
Rektor menegaskan bahwa penerapan OBE perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu di lingkungan universitas.
“Melalui pendekatan OBE, kita ingin memastikan bahwa proses pendidikan yang kita selenggarakan benar-benar menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang jelas dan terukur. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama dari pimpinan, program studi, dan seluruh dosen agar kurikulum yang telah disusun dapat diimplementasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Prof. Dr. H. Endin Nasrudin juga berharap kegiatan pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman secara konseptual, tetapi dapat menghasilkan tindak lanjut nyata pada masing-masing program studi.
“Saya berharap setelah kegiatan ini setiap program studi dapat melakukan evaluasi dan penyelarasan kurikulumnya. Kita perlu memastikan adanya keterkaitan yang kuat antara profil lulusan, capaian pembelajaran, mata kuliah, proses pembelajaran, dan asesmen. Dengan demikian, kurikulum benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas lulusan Universitas Madani Nusantara,” ungkapnya.
Rektor juga mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan tinggi. Menurutnya, perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk memiliki kurikulum yang dinamis, adaptif, dan berkelanjutan.
Dr. R. Sri Widaningsih: OBE Bukan Sekadar Perubahan Dokumen
Dalam pemaparannya, Dr. R. Sri Widaningsih, S.Pd.I., M.Pd. menekankan bahwa implementasi Outcome-Based Education (OBE) bukan sekadar perubahan pada dokumen kurikulum, tetapi merupakan perubahan paradigma dalam proses pendidikan yang menempatkan capaian pembelajaran mahasiswa sebagai orientasi utama.
“OBE bukan sekadar perubahan dokumen kurikulum, tetapi merupakan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan pendidikan. Yang paling penting adalah memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan profil lulusan dan kebutuhan masyarakat,” jelas Dr. R. Sri Widaningsih.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE perlu dilakukan secara sistematis dengan memastikan adanya keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Menurutnya, setiap program studi perlu memastikan kurikulum yang dikembangkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta tuntutan perkembangan teknologi.
“Universitas Madani Nusantara memiliki potensi yang sangat baik untuk mengembangkan kurikulum yang adaptif dan relevan. Hasil pelatihan ini perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing program studi melalui penyusunan dan pengembangan kurikulum yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan lulusan, perkembangan keilmuan, dunia kerja, dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan OBE tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada konsistensi implementasinya dalam proses pembelajaran.
“Kurikulum yang baik bukan hanya kurikulum yang tersusun dengan baik di atas kertas. Kurikulum harus benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Dosen perlu memahami apa yang harus dicapai mahasiswa, bagaimana proses pembelajarannya, dan bagaimana mengukur ketercapaian kompetensi tersebut,” tutur Dr. R. Sri Widaningsih.
Dosen: OBE Mendorong Pembelajaran Lebih Terarah
Sementara itu, Jimatul Arrobi, S.Pd.I., M.Pd., selaku dosen Universitas Madani Nusantara, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi dosen mengenai bagaimana merancang pembelajaran yang lebih terarah dan terukur berdasarkan capaian yang harus dimiliki mahasiswa.
“Pelatihan ini sangat relevan bagi kami sebagai dosen karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana menyelaraskan antara CPL, CPMK, proses pembelajaran, dan asesmen. Dengan pendekatan OBE, kami tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa benar-benar mencapai kompetensi yang telah ditetapkan,” ujar Jimatul Arrobi.
Ia menambahkan bahwa implementasi OBE di lingkungan Universitas Madani Nusantara diharapkan dapat mendorong dosen untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran.
“Kami berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi dapat langsung diterapkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan pelaksanaan perkuliahan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih relevan, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa,” tambahnya.
Menurut Jimatul, kolaborasi antara pimpinan universitas, pengelola program studi, dan dosen menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi kurikulum OBE dapat berjalan secara optimal.
“Penerapan OBE membutuhkan komitmen bersama. Ketika pimpinan, program studi, dan dosen memiliki pemahaman yang sama, maka implementasi kurikulum akan menjadi lebih terarah. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah lahirnya lulusan Universitas Madani Nusantara yang memiliki kompetensi kuat, berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata di masyarakat,” pungkasnya.
Perkuat Budaya Mutu Akademik
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pembahasan mengenai konsep dan implementasi OBE, termasuk penyelarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan sistem asesmen. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya constructive alignment, yaitu keselarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Universitas Madani Nusantara untuk memperkuat budaya mutu akademik sekaligus mendorong setiap program studi melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan.
Melalui penerapan kurikulum berbasis OBE, Universitas Madani Nusantara berkomitmen menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu membentuk pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dengan semangat peningkatan mutu yang berkelanjutan, pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Universitas Madani Nusantara dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, terukur, dan berorientasi pada mutu serta daya saing lulusan.
Komentar & Tanggapan 1